![]() |
| Gambar Jamur Tiram |
Jamur merupakan
tanaman yang tidak memiliki klorofil, sehingga tidak bisa melakukan proses
fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri.
Jamur hidup dengan
cara mengambil zat-zat makanan dari organisme lain seperti kayu yang sudah
lapuk.
Dikatakan jamur tiram
karena bentuk tudungnya agak membulat, melengkung, menyerupai cangkang tiram.
Batangnya tidak tepat ditengah tudung, tetapi agak ke pinggir
Warna jamur tiram ada yang
putih, abu-abu, coklat dan merah.
II. CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
-
Persiapan media
-
Pencampuran media
-
Pengantongan/ logging
-
Sterilisasi
-
Inokulasi
-
Inkubasi
-
Pemeliharaan
-
Panen
PERSIAPAN MEDIA
Formula media tanam jamur tiram adalah :
- Serbuk gergaji kayu 100 kg
- Dedak/ Katul 10-15 kg
- Kapur (CaCo3) 5 kg
- Gipsum (CaSo4) (Tambahan) 0,5 kg
- Tepung Jagung (Tambahan) 5 kg
- Kadar Air 65 %
PENCAMPURAN MEDIA
Bahan-bahan yang telah
disiapkan dicampur dan diaduk hingga rata sehingga mendapatkan campuran yang
homogen. Untuk mengetahui kadar air bisa dilakukan tes dengan cara mengepal
campuran media tersebut dengan kuat apabila campuran tersebut tidak meneteskan
air dan apabila genggaman di buka campuran tersebut tidak hancur maka kadar air
campuran tersebut berarti sudah cukup. Kemudian campuran tersebut ditumpuk
setinggi antara 30 cm – 50 cm, kemudian ditutup dengan lembaran plastik dan
difermentasikan/ dikomposkan selama kurang lebih1 minggu, dan campuran tersebut
di bolak-balik setiap hari.
PENGANTONGAN BAGLOG
Cara pengantongan atau logging adalah memasukkan
media yang sudah difermentasikan ke dalam plastik tahan panas, dengan ukuran :
panjang
35 cm, lebar 20 cm dan tebal 0,5 mm atau panjang 35 cm, lebar
18 cm dan tebal 0,5 mm. Upayakan didalam pengisian media tersebut sedikit
padat. Untuk memadatkan media, dapat dilakukan dengan bantuan botol untuk
memukul media tersebut atau menggunakan alat pengepres baglog seperti gambar
dibawah ini. Kemudian setelah media padat plastik bagian atas diberi ring dari
potongan bambu atau pralon dan ditutup dengan kapas kemudian ditutup dengan
plastik dan diikat dengan karet.
![]() |
| Gambar pengantongan baglog |
STERILISASI
Baglog yang sudah jadi kemudian di sterilisasi
dengan proses pasteurisasi dengan cara dikukus. Pasteurisasi yaitu proses
pemanasan dengan suhu 100 oC dengan waktu tidak
kurang dari 6 jam. Untuk alat sterilisasi bisa digunakan drum bekas yang bagian
atasnya dipotong kemudian untuk tutupnya bisa menggunakan lembaran plastik yang
tebal yang dilapisi dengan terpal kemudian diikat dengan karet atau menggunakan
alat sterilisasi dari plat baja seperti gambar dibawah ini. Setelah
selesai sterilisasi baglog didinginkan selama sehari.
| Gambar alat sterilisasi i |
| Gambar alat sterilisasi ii |
INOKULASI
Inokulasi adalah penanaman bibit F2 kedalam media
tanam (baglog). Didalam proses inokulasi harus dilakukan secara aseptis/steril,
usahakan ruangan sebersih mungkin bila memungkinkan peralatan dan ruangan
disemprot dengan alkohol terlebih dahulu. Inokulasi dilakukan dengan cara
membuka tutup plastik baglog lalu memasukkan bibit sebanyak 2 sendok makan apabila
media bibit terbuat dari serbuk sereal atau sekitar 7 butir jagung jika media
bibit pakai media jagung kedalam lubang baglog yang
telah diberi cincin dan kemudian menutup kembali dengan kapas/kertas yang
diikat dengan karet. Usahakan didalam melakukan proses inokulasi dengan cara
secepat mungkin untuk menghindari kontaminasi. Setelah 3-5 hari inokulasi
dikatakan berhasil apabila menumbuhkan misilium berwarna putih pada sekitar
cincin baglog yang nantinya merambat hingga warna putih tersebut memenuhi
seluruh media baglog.
INKUBASI
| Gambar Bibit Jamur Tiram |
Inkubasi merupakan masa pertumbuhan misilium hingga
memenuhi media tanam. Rata- rata suhu yang dibutuhkan dalam proses ini pada
kisaran 28oc. Upayakan suhu selama masa inkubasi dijaga agar tetap
stabil, untuk menghasilkan pertumbuhan yang optimal. Masa inkubasi akan
berlangsung selama ± 1 bulan.
![]() |
| Gambar Baglog Pada Masa Inkubasi |
PEMELIHARAAN
Pemeliharaan adalah cara merawat baglog jamur
setelah selesai masa inkubasi hingga baglog tersebut menghasilkan tubuh buah
jamur.
Untuk pemeliharaan jamur tiram sangat praktis dan
sederhana yaitu dengan cara menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan
pemeliharaan yang memenuhi syarat tumbuh jamur tiram, yaitu dengan suhu pada
kisaran 28oC dan kelembapan sekitar 80%. Langkah-langkah
pemeliharaan meliputi :
- Pembuatan rumah jamur (kumbung)
- Perawatan baglog jamur tiram dan tubuh buah
jamur
Pembuatan rumah jamur (kumbung)
Rumah jamur sederhana dapat dibuat dari kerangka
kayu/bambu yang beratap rumbia/genteng. Pada prinsipnya rumah jamur tersebut
bisa digunakan untuk melindungi jamur dari panas matahari secara langsung dan
melindungi dari hujan.
Ruangan kumbung jamur tiram dilengkapi rak yang
dipasang secara berjajar dan bersusun, dengan ukuran sesuai dengan ruangan yang
ada. Rak kumbung terdiri atas beberapa unit rak yang dipisahkan oleh jalan
dengan jarak sekitar 80 cm, untuk perawatan dan pemanenan jamur di
masing-masing rak.
Pembuatan susunan rak yang ideal tidak lebih dari 4
lapisan, masing-masing lapisan terdiri dari 3 tumpuk baglog jamur tiram
sehingga dalam 1 rak mampu menampung 12 tumpuk baglog.
![]() |
| Gambar rak jamur tiram |
Untuk dinding rumah jamur sederhana bisa terbuat
dari anyaman bambu dan diberi jendela (ventilasi) yang fungsinya agar sirkulasi
udara bisa berjalan dengan lancar dan untuk mengatur kelembapan pada saat cuaca
panas. Usahakan agar ventilasi tersebut bisa dibuka dan ditutup. Lubang ventilasi
diberi kawat kasa ukuran 0,5 cm, sehingga pada saat ventilasi tersebut dibuka
serangga tidak bisa masuk kedalam kumbung.
Perawatan baglog
jamur tiram dan tubuh buah jamur
Setelah melewati masa
inkubasi dilanjutkan dengan perawatan atau pemeliharaan untuk menumbuhkan tubuh
buah jamur tiram. Baglog jamur tiram yang
tidak tumbuh dengan baik atau terkontaminasi oleh jamur lain atau virus agar
dikeluarkan dari kumbung kemudian dibakar atau dikubur di dalam tanah. Kemudian
baglog yang tumbuhnya misilium normal disusun diatas rak pemeliharaan dengan
posisi rebah. Setelah baglog tertata diatas rak dilakukan monitoring kembali
apabila misilium memenuhi seluruh media baglog maka segera dilakukan pemotongan
plastik bagian depan (sekitar cincin) untuk menumbuhkan tubuh buah jamur.
![]() |
| Gambar baglog selesai masa inkubasi |
Setelah itu mulai dilakukan penyiraman dengan
menyemprotkan kabut air dengan memakai sprayer secara rutin setiap hari sesuai
dengan kondisi udara. Jika kondisi udara panas penyiraman dapat dilakukan 2-3
kali sehari, bila musim penghujan
penyiraman dilakukan cukup 1 kali sehari. Ventilasi dibuka pada malam hari dan
ditutup pada siang hari, agar kelembapan didalam kumbung bisa lebih stabil.
Pengontrolan suhu dan kelembapan selalu dilaksanakan agar bisa mendapatkan
hasil yang maksimal.
PANEN
Setelah 10-14 hari dari pemotongan plastik baglog
biasanya tubuh buah sudah mulai tumbuh, kemudian selang 3-4 hari setelah tubuh
buah tumbuh, jamur telah siap untuk dipanen. Pemanenan harus dilakukan dengan
hati-hati dengan cara mencabut seluruh rumpun tubuh buah jamur yang ada beserta
akarnya. Akar yang tertinggal harus dibersihkan karena bisa menyebabkan
pertumbuhan tubuh buah jamur berikutnya terganggu, karena terjadi pembusukan
media. Panen sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Panen yang
kedua biasanya berlangsung dalam rentan waktu ± 2 minggu setelah panen pertama.
Usia produktif baglog jamur tiram berlangsung 3-4
bulan. Setelah pemanenan baglog dipelihara seperti awal pemeliharaan yaitu
dilakukan dengan penyiraman, pengaturan suhu dan kelembapan.
III. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT SERTA METODE
PENCEGAHAN
Penyakit dan Hama
sering timbul karena kurangnya ketelitian dan kehati-hatian dalam melakukan
penanganan produksi salah satunya pemeliharaan. Hal tersebut menimbulkan
pekerjaan baru karena penyakit dan hama yang menyerang harus segera ditangani.
Ada 4 faktor yang
menyebabkan timbulnya hama dan penyakit :
1.
Udara
2.
Air
3.
Serangga
4.
Manusia
Hama dan penyakit
seperti spora jamur liar dan virus yang dapat menyebar melalui udara demikian
pula dengan air,serangga dan manusia dapat membawa sumber penyakit sama seperti
udara.
PENCEGAHAN HAMA
Jenis-jenis hama yang
dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram diantaranya serangga,ulat, laba-laba,
cacing, siput dan rayap. Jenis hama tersebut biasanya memakan miselium,media
baglog,sehingga pertumbuhan jamur terganggu. Untuk menghindari jenis-jenis hama
tersebut dibutuhkan ketelitian dan kebersihan, baik di dalam kumbung atau di
sekitar kumbung. Apabila baglog yang sudah terserang hama ulat, maka
penanganannya dengan cara membersihkan ulat-ulat tersebut dengan dikorek agar
ulat-ulat tersebut bisa dikeluarkan dari
baglog.
PENCEGAHAN PENYAKIT
Penyakit jamur tiram
biasanya disebabkan oleh fungi, bakteri ataupun virus. Jamur tiram/baglog yang
terserang penyakit biasanya ditandai dengan timbulnya noda-noda
berwarna,berlendir atau kerusakan fisik buah jamur. Secara umum timbulnya
penyakit jamur tiram ini disebabkan kurang sterilnya proses produksi mulai dari
pembibitan hingga inkubasi.
I.
ANALISA KEUNTUNGAN BRUTO KAPASITAS 1000 BAGLOG
-
Baglog produksi sendiri
Bahan-bahan habis pakai : Rp 1.000.000
Tenaga :
Rp 300.000
Total pengeluaran :
Rp 1.300.000
Jumlah produksi jamur dengan asumsi kegagalan 10% x
rata-rata produksi per baglog x harga jamur Rp 10.000 /kg
1000 - 100 = 900 x 0,45 kg = 405 kg
405 kg x Rp 10.000
= Rp 4.050.000
Jadi total keuntungan bruto Rp 4.050.000 – Rp 1.300.000 = Rp 2.750.000
- Baglog dibeli dari produsen
Harga @ baglog Rp 2.000
Pembelian baglog Rp 2.000 x 1000 baglog : Rp 2.000.000
Biaya transportasi : Rp 100.000
Total pengeluaran : Rp 2.100.000
Harga @ baglog Rp 2.000
Pembelian baglog Rp 2.000 x 1000 baglog : Rp 2.000.000
Biaya transportasi : Rp 100.000
Total pengeluaran : Rp 2.100.000
Jumlah produksi jamur dengan asumsi kegagalan 10% x
rata-rata produksi per baglog x harga jamur Rp 10.000 /kg
1000 - 100 = 900 x 0,45 kg = 405 kg
405 kg x Rp 10.000
= Rp 4.050.000
Jadi total keuntungan bruto Rp
4.050.000 – Rp 2.100.000 = Rp 1.950.000
AGRO
MUTIARA JAMUR
Jalan
Kenari Nomor 14 Desa Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Telp
: 08122932475/087746191478 Pin BBM :
53F88B0E










